Kaldik SD/MI Tahun 2015/2016

Kalender Pendidikan SD/MI Tahun Pelajaran 2015/2016 yang sudah di edit menjadi satu halaman. Terdapat berbagai versi dari gambar sampai pdf.

Poster 7K Sekolah

Poster 7k Sekolah dalam bentuk gambar, baik jpg maupun png. Silahkan di download bisa diprint untuk pajaangan di kelas.

Cara mengatasi anak yang membuat onar

Dalam proses belajar mengajar setiap tahunnya pasti ada-ada saja anak yang suka membuat onar. Simak cara mengatasinya berikut ini.

Menambahkan dan mengedit Video pada Power Point 2010

Supaya presentasi kita lebih profesional, maka kita dapat menambahkan serta mengedit video langsung di Power Point.

Multimedia Interaktif Perkalian dan Pembagian

Belajar perkalian dan pembagian menjadi lebih menyenangkan dengan Multimedia Interaktif

Learning to Know, to do, to be & to live together| ©Sudarsono

Rabu, 29 Juni 2011

Gaya Apung (Multimedia Interaktif)

Mengapa kapal dari baja bisa mengapung?

Baja lebih rapat dari air, dan kapal dari baja adalah benda yang sangat berat. Mengapa kapal tersebut bisa mengapung? Jawabannya adalah bahwa kapal tersebut tidak seluruh bagiannya terbuat dari sekotak baja solid. Ada ruang terbuka yang diisi udara dan bahan lain di dalamnya. Baja solid akan cepat tenggelam, tetapi jika massa jenis rata-rata kapal lebih kecil daripada berat air yang dipindahkan, sebuah kapal baja tentu akan terapung. Karena ada ruang udara dan bahan lainnya, massa jenis rata-rata kapal akan menjadi lebih kecil daripada baja.
Menurut prinsip Archimedes, gaya apung yang bekerja di kapal harus sama dengan berat air yang dipindahkan oleh lambung perahu. Untuk perahu berada dalam ekuilibrium (dengan gaya total nol), gaya apung harus sama dengan berat kapal. Saat kita memuat perahu dengan kargo, berat total kapal meningkat. Begitu juga, gaya apung harus meningkat. Jumlah air yang dipindahkan oleh lambung meningkat, sehingga perahu itu tenggelam dalam air yang lebih rendah. Ada batas untuk berapa banyak berat dapat ditambahkan ke perahu (sering dinyatakan sebagai tonase). Kapal tanker minyak penuh muatan akan lebih rendah dalam air daripada kapal tangker kosong muatan.


Pertimbangan penting lainnya dalam merancang perahu adalah bentuk lambung dan bagaimana beban perahu akan dimuat. Jika pusat gravitasi kapal terlalu tinggi atau jika muatan kapal tersebut tidak merata, ada bahaya bahwa perahu akan terjungkal. Gelombang laut dan angin menambah bahaya ini, sehingga faktor keselamatan harus disertakan dalam desain. Setelah air masuk ke perahu, berat keseluruhan dari perahu dan meningkatkan massa jenis rata-rata. Ketika massa rata-rata kapal menjadi lebih besar dari massa jenis rata-rata air, perahu akan tenggelam.

Sudah tahu kan sekarang.??
Yuxs, Sekarang saatnya belajar sambil bermain...
Agar lebih jelasnya coba perhatikan simulasi berikut.,

Model Pembelajaran Kooperatif

A.  Dasar Konsep Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada penggunaan kelompok kecil siswa untuk bekerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar.
1.   Kelas Demokrastis
Pada 1916, John Dewey menulis sebuah buku yang berjudul Democracy and Education. Konsep Dewey tentang pendidikan menyatakan bahwa kelas seharusnya mencerminkan masyarakat yang lebih luas menjadi laboratorium bagi pembelajaran kehidupan nyata. Pedagogi Dewey mengharuskan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang ditandai oleh prosedur-prosedur yang demokratis dan tentang berbagai masalah social dan interpersonal.
2.   Hubungan Antar Kelompok
Pada 1954, Mahkamah Agung AS menerbitkan keputusan historisnya. Brown, v. Board of Education of Topeka, yang memutuskan bahwa sekolah-sekolah negeri di AS tidak boleh lagi beroperasi dengan kebijakan separate-but-equel, tetapi harus terintegrasi secara rasional.
3.   Experiential Learning
Didasarkan pada tiga asumsi, antara lain :
-    bila kita terlibat secara pribadi dalam pengalaman belajarnya
-    pengetahuan harus ditemukan anda sendiri agar memiliki arti atau dapat membuat perbedaan pada perilaku kita
-    komitmen kita terhadap belajar dalam keadaan paling tinggi apabila kita bebas menentukan tujuan belajar kita sendiri dan berusaha secara aktif untuk mencapainya dalam kerangka kerja tertentu.
4.   Teori Motivasi
Menurut Slavin (2003), perspektif motivasional memfokuskan pada penghargaan menjelaskan tentang struktur tujuan siswa agar lebih giat bekerja. Deatsch (1949) dalam Slavin (2003) mengidentifikasi tiga struktur tujuan, yaitu : kooperatif, kompetitif, dan individualistik.

B.  Konsep Pokok Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran Kooperatif menciptakan interaksi yang asah, asih, dan asuh sehingga tercipta masyarakat belajar. Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalahpahaman yang dapat menimbulkan permusuhan, sebagai latihan hidup di masyarakat.

C.  Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif
Elemen-elemen pembelajaran kooperatif menurut Lie (2004) adalah :
a.    saling ketergantungan positif
b.   interaksi tatap muka
c.    akuntabilitas individual
d.   keterampilan menjalin hubungan antar individu

D.  Perbedaan Pembelajaran Kooperatif dengan Pembelajaran Tradisional
No
Kelompok Belajar Kooperatif
Kelompok Belajar Tradisional
1.
Adanya saling ketergantungan positif, saling membantu dan salig memberikan motivasi
Guru sering membiarkan adanya siswa yang mendominasi kelompok atau menggantungan diri pada kelompok
2.
Adanya akuntabilitas individual yang mengukur penguasaan materi pelajaran tiap anggota kelompok
Akuntabilitas individual sering diabaikan sehingga tugas-tugas sering diborong oleh salah seorang kelompok
3.
Kelompok belajar heterogen, baik dalam kemampuan akademik, jenis kelamin, ras, etnis, dan sebagainya
Kelompok belajar biasanya homogen
4.
Pimpinan kelompok dipilih secara demokratis atau bergilir untuk memberikan pengalaman memimpin bagi para anggota kelompok
Pimpinan kelompok sering ditentukan oleh guru atau kelompok dibiarkan untuk memilih pemimpinnya dengan cara masing-masing

E.  Keuntungan Penggunaan Pembelajaran Kooperatif
Keuntungan pembelajaraan kooperatif, antara lain :
1.   meningkatkan kepekaan dan kesetiakawanan sosial.
2.   memungkinkan para siswa saling belajar mengenai sikap, ketrampilan, informasi, perilaku sosial, dan pandangan-pandangan.
3.   memudahkan siswa melakukan penyesuaian sosial.
4.   memungkinkan terbentuknya dan berkembangnya nilai-nilai sosial dan komitmen.
5.   menghilangkan sifat egois.
6.   membangun persahabatan
7.   untuk memelihara hubungan saling membutuhkan dapat diajarkan dan dipraktekan melalui berbagai ketrampilan sosial.
8.   meningkatkan rasa saling percaya.
9.   meningkatkan kemampuan memandang masalah dan situasi dari berbagai perspektif.
10.                meningkatkan kesediaan menggunakan ide orang lain yang diarasakan lebih baik.
11.                meningkatkan kegemaran berteman tanpa membeda-bedakan.  

F.   Beberapa Metode Pembelajaran Kooperatif
Empat metode dalam pembelajaran kooperatif, yaitu :
1.   Metode STAD (student achievement divisions)
Metode STAD dikembangkan oleh Robert Slavin dan kawan-kawan dari universitas John Hopkins. Metode ini dianggap paling sederhana dan paling langsung dari penedekatan pembelajaran kooperatif. Para guru menggunakan metode STAD untuk mengajarkan informasi akademik baru kepada siswa setiap minggu, balik melalui penyajian verbal maupun tertulis.
2.   Metode Jigsaw
Metode ini dikembangkan oleh Elliot Aronson dan kawan-kawan dari Universitas Texas, dan kemudian diadaptasi oleh Slavin dan kawan-kawan melalui metode jigsaw.
3.   Metode GI (group investigation)
Metode ini menuntut siswa untuk kemampuan yang baik dalam berkomunikasi maupun ketrampilan proses memiliki kelompok (group process skills).
Langkah-langkah dalam Metode GI, antara lain :


a.    seleksi topik
b.   merencanakan kerja sama
c.    implementasi
d.   analisis da sintesis
e.    penyajian hasil akhir
f.     evaluasi selanjutnya


4.   Metode Struktural
Metode ini dikembangkan oleh Spencer Kagan dan kawan-kawan. Meskipun memiliki banyak kesamaan dengan metode lainnya, metode struktural menekankan pada struktur-struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola-pola interaksi siswa. Beberapa teknik dalam metode struktural, antara lain :


-          mencari pasangan
-          bertukar pasangan
-          berkirim salam dan soal
-          bercerita berpasangan
-          dua tinggal dua tamu
-          keliling kelompok
-          kancing gemerincing

Model Pembelajaran Kuantum/ Quantum Teaching Learning


Teknologi baru terutama multimedia mempunyai peranan semakin penting dalam pembelajaran multimedia akan dapat membawa kita kepada situasi belajar learning with effort, digantikan dengan learning with fun. Jadi proses pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, tidak membosankan menjadi pilihan para guru/ fasilitator.
A.    Latar Belakang Pembelajaran Kuantum
Bobbi Deporter adalah perintis, pencetus, & pengembang utama pembelajaran kuantum. Semenjak tahun 1982 Deporter mematangkan dan mengembangkan gagasan pembelajaran kuantum di Super Camp. Sebuah perusahaan yang memusatkan perhatian pada hal-ihwal pembelajaran guan pengembangan potensi diri manusia. Pada tahap awal perkembangannya, Pembelajaran Kuantum terutama dimaksudkan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karier para remaja di rumah, tidak dimaksudkan sebagai metode & strategi pembelajaran untuk mencapai keberhasilan lebih tinggi di sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa sebenarnya pembelajaran kuantum merupakan falsafah & metodologi pembelajaran yang bersifat umum, tidak secara khusus diperuntukkan bagi pengajaran di sekolah.
B.     Dasar Teori Pembelajaran Kuantum
Konsep dan keyakinan merupakan analogi rumus teori Relativitas Einstein. Rumus yang terkenal dalam fisika kuantum adalah massa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan energi (E=mc2). Tubuh kita secara fisik adalah materi. Akar landasan pembelajaran kuantum bukan fisika kuantum. Konsep-konsep kunci dari berbagai teori dan srategi belajar yanf lain, seperti :
1)      Teori otak kanan/kiri
2)      Teori otak triune
3)      Pilihan modalitas (visual, auditorial dan kinestetik)
4)      Teori kecerdasan ganda
5)      Pendidikan holistik (menyeluruh)
6)      Belajar berdasarkan pengalaman
7)      Belajar dengan simbol
8)      Simulasi/permainan
C.    Karakteristik Umum
Beberapa karakteristik umum yang tampak membentuk sosok pembelajaran kuantum, sebagai berikut :
1)      Pembelajaran kuantum berpangkal pada psikologi kognitif
2)      Pembelajaran kuantum lebih bersifat humanistik
3)      Pembelajaran kuantum lebih bersifat konskruktivis (tis)
4)      Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu dan bermakna
5) Pembelajaran kuantum sangat menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan taraf keberhasilan tinggi
6)      Pembelajaran kuantum sangat menekankan kealamiahan dan kewajaran proses pembelajaran
7)      Pembelajaran kuantum sangat menekankan kebermaknaan dan kebermutuan proses pembelajaran
8)      Pembelajaran kuantum memiliki model yang memadukan kontek dan isi pembelajaran
9)      Pembelajaran kuantum memusatkan perhatian pada pembentukan ketrampilan akudemis, ketrampilan hidup, prestasi sisikal / material.
10) Pembelajaran kuantum menempatkan nilai dan keyakinan sebagai bagian penting proses pembelajaran
11)  Pembelajaran kuantum mengutamakan keberagaman dan kebebasan.
12)  Pembelajaran kuantum mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran dalam proses pembelajaran
D.    Prinsip Utama Pembelajaran Quantum
Prinsip dapat berarti (1) aturan aksi / perbuatan yang diterima dan dikenal, (2) sebuah hukum aksiomia, 1 doksin fundamental.
Prinsip utama yang dimaksud adalah :
1)         Prinsip utama pembelajaran kuantum berbunyi “Bawalah dunia mereka (pembelajar) ke dalam dunia kita (pengajar) dan antarkan dunia kita (pengajar) ke dalam dunia mereka (pembelajar).
2)     Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa proses pembelajaran merupakan permainan orkestra simfoni.
Prinsip dasar pembelajaran kuantum :
a.       Ketahuilah bahwa segalanya berbicara
b.      Ketahuilah bahwa segalanya bertujuan
c.       Sadarilah bahwa pengalaman mendahului penamaan
d.      Akuilah setiap usaha yang dilakukan dalam pembelajaran
e.       Sadarilah bahwa sesuatu yang layak dipelajari layak pula dirayakan
3)         Dalam pembelajaran kuantum juga berlaku prinsip bahwa pembelajaran harus berdampak bagi terbentuknya keunggulan.
Prinsip keunggulan dalam pembelajaran kuantum
a.       Terapkanlah hidup dalam integritas
b.      Akuilah kegagalan dapat membawa kesuksesan
c.       Berbicaralah dengan niat baik
d.      Tegaskanlah komitmen
e.       Jadilah pemilik
f.       Tetaplah lentur
g.      Pertahankanlah keseimbangan
E.     Tandur sebagai kerangka perencanaan pembelajaran model kuantum
Kerangka perencanaan pembelajaran kuantum TANDUR adalah sebagai berikut :
1.      Tumbuhan
:
Sertakan diri mereka, pikat mereka, puaskan keinginan tahunan mereka
2.      Alami
:
Berikan mereka pengalaman belajar, tumbuhan “kebutuhan untuk mengetahui”
3.      Namai
:
Berikan “data” tepat saat minat memuncak mengenalkan konsep-konsep pokok data materi pelajaran
4.      Demonstrasikan
:
Berikan kesempatan bagi mereka untuk mengaitkan pengalaman dengan data baru
5.      Ulangi
:
Rekatkan gambaran keseluruhannya
6.      Rayakan
:
Perayakan menambahkan belajar dengan asosiasi positif
F.     Beberapa Contoh Teknik Model Pembelajaran Kuantum
1)      Peta Konsep sebagai Teknik Belajar Efektif
Langkah-langkah teknis penggunaan peta konsep menurut Rose & Nicholl (2003), De Porter dan Hernacki (2002) adalah sebagai berikut :
a.       Mulai dengan topik di tengah halaman
b.      Buatlah cabang-cabangnya
c.       Gunakan kata-kata kunci
d.      Tambahkanlah simbol-simbol untuk mendapatkan ingatan yang lebih baik
e.       Gunakanlah huruf KAPITAL
f.       Tuliskan gagasan-gasasan penting dengan huruf-huruf yang lebih besar
g.      Hidupkanlah peta pikiran dengan hal-hal yang menarik
h.      Garis bawahi kata-kata itu dan gunakan huruf tebal/miring
i.        Bersikap kreatif dan berani
j.        Gunakan bentuk acak-acak untuk menunjukkan gagasan-gagasan
k.      Buatlah peta konsep secara horisontal, agar dapat memperbesar ruang bagi gagasan anda
2)      Cara membelajarkan peta konsep secara klasikal
Langkah-langkah cara pembelajaran dengan metode tugas kerja kelompok:
a.       Guru melakukan apersepsi
b.      Sajikan gambar
c.       Gunakan pertanyaan tentang dimensi / cakupan materi
d.      Sambil bertanya guru mencoba menstransfer jawaban siswa dalam bentuk peta konsep
e.       Perbaiki peta konsep yang belum terstruktur menjadi terstruktur
f.       Setelah gambar peta konsep jadi di papan tulis, guru meminta siswa untuk membuat peta konsep secara berkelompok
g.      Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok
h.      Selama siswa menyusun peta konsep, guru berkeliling untuk memberikan penjelasan
i.        Guru meminta siswa untuk membuat matrik konsep, mengelompokkan atributnya,
j.        Setelah selesai wakil kelompok ditugasi maju kedepan untuk mempresentasikan hasil pekerjaannya
k.      Jika diperlukan guru memberikan penjelasan terhadap materi yang belum dipahami siswa
l.        Berikan masukan terhadap hasil pekerjaan siswa
m.    Lakukan post test
n.      Berikan siswa untuk memberikan masukan terhadap cara pembelajaran yang dilakukan oleh guru sebagai evakuasi untuk pembelajaran pada pertemuan selanjutnya.
3)      Teknik memori
Teknik memori adalah teknik memasukkan informais kedalam otak yang sesuai dengan cara kerja otak.
-          Menurut Gunawan (2004) otak suka akan hal-hal yang bersifat :

1.      Ekstren berlebihan / tidak masuk akal
2.      Penuh warna
3.      Multi sensori
4.      Lucu
5.      Melibatkan Emosi
6.      Melibatkan Irama / musik
7.      Tindakan Aktif
8.      Gambar tiga dimensi dan hidup
9.      Menggunakan asosiasi
10.  Imalinasi
11.  Humor
12.  Simbol
13.  Nomor dan urutan